
Menyusun Strategi, Menjawab Tantangan, Tim Polman Bandung Juara 1 PLC & SCADA
September 28, 2026
Menjawab Tantangan Studi Kasus, Tim Polman Bandung Raih Juara 3 Nasional
September 28, 2026Bandung – Mahasiswa Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung meraih Juara 3 kategori Prototype pada cabang Business Plan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Kompetisi Mahasiswa Informatika Politeknik Nasional (KMIPN) VIII 2026. Prestasi tersebut diraih oleh tim mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Informatika Industri pada kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Makassar, pada 9–11 September 2026.
KMIPN merupakan ajang kompetisi nasional tahunan di bidang teknologi informasi dan komunikasi yang mempertemukan mahasiswa politeknik dari berbagai daerah di Indonesia. Pada penyelenggaraan KMIPN VIII 2026, kompetisi diikuti 560 peserta dari 46 politeknik secara nasional dengan pelaksanaan secara luring dan daring.
Mengusung tema “Inovasi Informatika Vokasional untuk Transformasi Digital Berkelanjutan”, KMIPN VIII 2026 menghadirkan delapan kategori kompetisi yang mencakup berbagai bidang teknologi informasi dan komunikasi, di antaranya Cyber Security, Internet of Things (IoT), Hackathon, dan Game Development. Kompetisi ini menjadi ruang bagi mahasiswa politeknik untuk mengembangkan kompetensi teknologi sekaligus mengasah kemampuan lain yang mendukung pengembangan karya dan inovasi.
Tim Polman Bandung yang meraih Juara 3 terdiri atas Abdul Majid (225443001) sebagai ketua, bersama Farhan Maulana (225443008) dan Muhamad Wildan Muzaki (225443014). Ketiganya merupakan mahasiswa kelas 2AEC-1 Program Studi Teknologi Rekayasa Informatika Industri. Tim tersebut mengikuti kompetisi dengan bimbingan dosen M. Giriarda Abrari.
Bagi Abdul Majid, keikutsertaan dalam kompetisi tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari kemampuan di luar keterampilan teknis yang diperoleh selama perkuliahan. Menurutnya, proses mengikuti kompetisi memberikan pengalaman dalam memahami perencanaan bisnis sekaligus melatih soft skill, “Sebagai anak teknik, kami belajar banyak hal mengenai planning bisnis ini karena side skill seperti inilah yang justru tidak kami dapat di perkuliahan. Maka dari itu, kami coba mencari ilmu dengan mengikuti lomba yang melibatkan dan melatih side skill juga soft skill kami,” ujar Abdul Majid.
Ia menyampaikan bahwa capaian yang diraih tim menjadi bagian dari proses belajar yang mereka jalani selama mengikuti kompetisi. Bagi tim, penghargaan tersebut juga menjadi dorongan untuk terus mengembangkan kemampuan dan membawa nama Polman Bandung dalam kompetisi berikutnya, “Juara merupakan bonus yang kami dapat dan kami harap dapat memberikan lebih banyak lagi bonus untuk POLMAN dan lebih unjuk gigi lagi bahwa mahasiswa politeknik bisa bersaing dengan baik dan dengan siapa pun itu,” lanjutnya.
Keikutsertaan mahasiswa Polman Bandung dalam KMIPN VIII 2026 menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi melalui pengalaman kompetisi di tingkat nasional, tidak hanya dalam aspek teknologi informasi dan komunikasi, tetapi juga dalam kemampuan perencanaan bisnis dan soft skill yang mendukung pengembangan diri sebagai mahasiswa pendidikan vokasi.
Humas Polman Bandung




