
Menjawab Tantangan Studi Kasus, Tim Polman Bandung Raih Juara 3 Nasional
September 28, 2026
Dari Gagasan Menjadi Solusi, SmartLine Innovation Raih Decision Support Award
October 8, 2026Bandung – Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung menyelenggarakan Workshop Pengajuan Izin Kerja Sama (Kerma) pada Selasa (6/10). Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat tata kelola serta meningkatkan kapasitas pengelolaan kerja sama internasional, khususnya dalam memahami mekanisme dan prosedur pengajuan izin kerja sama luar negeri.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum Polman Bandung, Ery Hidayat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut dapat membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan kolaborasi dengan mitra di tingkat internasional.
“Dan mudah-mudahan dalam kegiatan ini akan memberikan, membuka ruang, dan wawasan lebih jauh terkait kerja sama yang bisa kita kolaborasikan dengan dunia internasional,” ujar Ery Hidayat.
Dalam sambutannya, Ery juga menyinggung pentingnya proses perizinan dalam pelaksanaan kerja sama internasional. Menurutnya, penguatan kerjasama luar negeri menjadi bagian dari cita-cita Polman Bandung untuk meningkatkan pengenalan institusi di tingkat internasional.
“Memang pasti terkait prosesnya kami berizin, Pak. Ada informasi ke Belmawa. Tapi terkait hal ini bahwa memang ini cita-cita besar mungkin, Pak, ya, goal kami ke depan bahwa bisa menjadi politeknik yang berada di tataran yang dikenal oleh internasional, mudah-mudahan ke depan,” katanya.
Dalam pemaparan materi, narasumber, Mervin Tangguar Hutabarat, menjelaskan bahwa kerja sama internasional tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan bersama, tetapi juga mencakup aspek internasionalisasi pendidikan, kesetaraan program pendidikan, prinsip timbal balik, serta pengakuan bersama terhadap kualifikasi pendidikan.
Internasionalisasi dapat mencakup berbagai aspek pendidikan, termasuk keterlibatan dosen dan pengembangan program bersama dengan institusi mitra. Dalam kerja sama bergelar, misalnya, terdapat proses saling mengakui antara program pendidikan yang dimiliki masing-masing institusi sehingga terbentuk kesetaraan antara program Polman Bandung dan program mitra.
Prinsip timbal balik atau resiprokal juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam kerja sama internasional. Bentuk kerja sama tidak selalu harus berupa pertukaran mahasiswa secara langsung. Pengiriman mahasiswa ke institusi mitra dapat diimbangi dengan kedatangan mahasiswa dari institusi mitra ke Polman Bandung atau melalui bentuk kegiatan bersama lainnya yang disepakati kedua pihak.
Selain itu, kerja sama internasional juga diarahkan pada adanya pengakuan bersama terhadap kualifikasi pendidikan. Dengan demikian, program pendidikan yang diselenggarakan di Polman Bandung dapat memperoleh pengakuan dari institusi mitra sesuai dengan kesepakatan kerja sama yang dibangun.
Dalam proses pengajuan kerja sama, institusi juga perlu menyiapkan dokumen yang mendukung pelaksanaan kerja sama tersebut. Salah satunya berupa naskah proposal atau naskah akademik yang memuat sejumlah informasi penting.
Melalui workshop ini, Polman Bandung memperkuat pemahaman internal mengenai tahapan dan aspek yang perlu diperhatikan dalam pengajuan izin kerja sama luar negeri. Penguatan tata kelola tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan kerja sama internasional yang terencana dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.






Humas Polman Bandung




