
Ketika UKM Drone Membawa Langkah Polman Bandung ke Panggung Internasional
October 8, 2026
Menggabungkan Keahlian Manufaktur dan Bisnis, Mahasiswa Polman Bandung Raih Juara Harapan 1 KMI Expo XVII
October 13, 2026Bandung – Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung meraih Juara 2 (Silver Medal) pada cabang PLC Industrial University Category dalam Electronic & Robotics Innovation Competition (ERIC) 2026 yang diselenggarakan pada 22–24 September 2026 di Universitas Negeri Jakarta. Kompetisi internasional tersebut diikuti 683 tim yang terdiri atas lebih dari 900 inovator muda, mahasiswa, dan pelajar dari 10 negara.
Prestasi tersebut diraih oleh tim Polman Bandung yang diketuai Dimas Yana (223441054), mahasiswa kelas 4AEB-3, Program Studi Teknologi Rekayasa Otomasi, dengan anggota M. Zaidan Naufal Khuzaimah Alhilaliyyah (223442037), mahasiswa kelas 4AEA-2, Program Studi Teknologi Rekayasa Mekatronika. Tim tersebut dibimbing oleh Fitria Suryatini, S.Pd., M.T.
ERIC 2026 merupakan kompetisi dan pameran inovasi teknologi berskala internasional yang mempertemukan mahasiswa, peneliti, dan inovator dari berbagai negara. Ajang ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan serta menunjukkan kemampuan dalam bidang elektronika dan robotika, termasuk kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
Pada pelaksanaannya, ERIC 2026 mempertandingkan sejumlah kategori, diantaranya kompetisi robotika seperti SumoBot, Line Follower Micro, dan Mini SoccerBot; inovasi industri melalui PLC Industrial Innovation dan Collaborative Robot (Cobot); serta kategori riset dan pengembangan seperti Creative Innovation, Research Innovation Challenge (RIC), dan Drone Innovation.
Bagi tim Polman Bandung, capaian pada ERIC 2026 menjadi bagian dari proses pengembangan kemampuan setelah sebelumnya meraih Gold Medal pada ERIC 2025. Perbedaan capaian tersebut menjadi pengalaman bagi tim untuk terus mengevaluasi proses dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi kompetisi dengan tantangan yang berbeda.
“Perjalanan dari Gold Medal ERIC 2025 menuju Silver Medal ERIC 2026 mengajarkan kami bahwa sebuah pencapaian tidak hanya dinilai dari hasil akhirnya, tetapi juga dari proses yang dilalui. Di tengah tekanan waktu dan tantangan penggunaan hardware yang berbeda, kami belajar untuk bekerja sama, beradaptasi, dan menyelesaikan setiap permasalahan dengan kemampuan terbaik. Pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan tidak takut menghadapi sesuatu yang baru,” ujar Dimas Yana.
Capaian tersebut sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa Polman Bandung dalam mengembangkan kompetensi di bidang otomasi, mekatronika, serta penerapan teknologi industri melalui ajang kompetisi internasional.






Humas Polman Bandung




