
Hadiri Peluncuran Kerangka Standar Pendidikan Vokasi Dunia, Polman Bandung Perluas Kiprah di Forum TVET Global
November 4, 2026Bandung – Tim mahasiswa Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung) meraih Juara 2 pada cabang lomba Web Design dalam International Innovation 4 Force (I4FORCE) 2026. Kompetisi tingkat internasional ini berlangsung pada 14–15 Oktober 2026 di Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Bandar Lampung, dan diikuti 140 tim dari 27 perguruan tinggi di lima negara Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Kamboja, Thailand, dan Vietnam.
I4FORCE 2026 diselenggarakan oleh Jurusan Teknologi Informasi Polinela bersama sivitas akademika dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi (HMJ TI). Ajang ini mempertemukan inovator muda dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum dengan tema “Tech and Creativity In Action: Engineering Smart Solutions For The Future”.
Kompetisi ini sebagai tempat berkreasi secara orisinal di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Keterlibatan langsung dalam kompetisi dan rekayasa produk dinilai dapat mengasah kepekaan analitis terhadap masalah dunia nyata, sekaligus menumbuhkan sikap kritis, apresiatif, dan aplikatif. Melalui I4FORCE, Jurusan Teknologi Informasi Polinela ingin membangun ekosistem inovasi, kemandirian teknologi, dan ketajaman berpikir bagi pesertanya. Ajang ini juga menjadi wadah kolaborasi, pertukaran ide, dan pengujian kompetensi teknis antarbangsa.
Tim Polman Bandung terdiri atas tiga mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Informatika Industri. Fadzkal Luthfi Mayzanio bertindak sebagai ketua, didampingi dua anggota, yakni Muhammad Dzaki dan Najla Ghina Nazhifa. Mereka dibimbing oleh dosen Siti Aminah, S.T., M.T.
Pada cabang Web Design, peserta bersaing dalam kategori kelompok. Web design adalah bidang yang berkaitan dengan perancangan situs web, mulai dari tampilan hingga cara pengguna berinteraksi dengannya. Di tengah ratusan tim peserta, karya tim Polman Bandung menempati posisi kedua.
Bagi Fadzkal, kompetisi ini menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan tim. “Ajang ini memberi saya dan tim ruang untuk menguji sejauh mana batas kemampuan kami dalam bereksekusi di bawah tekanan. Ajang ini juga memicu saya untuk terus meningkatkan standar dan melampaui batasan diri sendiri,” ujarnya.
Humas Polman Bandung




