
Mahasiswa Politeknik Manufaktur Bandung Tunjukkan Integrasi Ilmu dan Nilai Religi dalam MTQPN 2026
April 17, 2026Bandung– Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional Politeknik (MTQPN) 2026 kembali menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan mahasiswa politeknik dari seluruh Indonesia dalam kompetisi berbasis nilai-nilai Al-Qur’an. Kegiatan ini diselenggarakan di Politeknik Negeri Tanah Laut dan berlangsung sejak 7 Januari hingga 14 April 2026.
Sebanyak 57 perguruan tinggi dengan total 381 peserta berpartisipasi dalam berbagai cabang lomba. MTQPN tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga berfungsi sebagai pusat informasi resmi yang menyediakan panduan, timeline kegiatan, berita, serta pengumuman bagi peserta dan masyarakat luas.
Salah satu prestasi membanggakan diraih oleh Resty Siti Syarifah, mahasiswa Program Studi D-IV Teknologi Rekayasa Otomasi. Ia berhasil meraih Peringkat 3 pada cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an Kategori Thayyib, sebuah pencapaian yang menunjukkan dedikasi serta kedalaman pemahaman terhadap integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.
Dalam kompetisi tersebut, Resty mengangkat karya tulis ilmiah berjudul:
“Dari Mentalitas Robotik Menuju Etos Itqan: Internalisasi Nilai-Nilai Al-Quran sebagai Solusi Budaya Instan pada Mahasiswa Vokasi Era Digital.” Karya ini mengangkat fenomena budaya instan di kalangan mahasiswa vokasi pada era digital, serta menawarkan pendekatan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an untuk membangun etos kerja itqan—yakni sikap profesional, tuntas, dan berkualitas dalam berkarya.
Dalam keterangannya, Resty menyampaikan, “Jujur, waktu pertama kali mendaftar MTQPN 2026, saya tidak terlalu yakin bisa sampai sejauh ini. Tapi perjalanan inilah yang justru menjadi pelajaran paling berharga bahwa menulis karya ilmiah berbasis Al-Qur’an bukan sekadar lomba, melainkan proses memahami betapa luasnya ilmu yang belum saya ketahui. Alhamdulillah, hasil ini jauh melampaui ekspektasi saya. Namun di balik rasa syukur itu, ada kesadaran bahwa ini baru permulaan. Masih banyak ilmu yang harus digali, masih banyak hal yang harus diperbaiki dari diri saya sendiri. Terima kasih untuk POLMAN, dosen pembimbing, dan seluruh pihak yang sudah mempercayai saya, kepercayaan itu justru yang paling memacu saya untuk tidak berhenti belajar dan terus memberikan yang terbaik”, ujarnya.
MTQPN 2026 berada di bawah pembinaan akademik oleh Dr. Aida Mahmudah, serta didukung oleh berbagai pihak dalam upaya membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berintegritas.
Melalui penyelenggaraan MTQPN, diharapkan lahir generasi mahasiswa politeknik yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritual dalam menghadapi tantangan zaman.



