
RESD Fase 2 Digulirkan, Polman Bandung Selenggarakan Penguatan Kapasitas Dosen di Bidang Energi Terbarukan
July 14, 2026
Polman Bandung Perkuat Kesiapan Penyelenggaraan PSDKU melalui Evaluasi Pengembangan Kampus Majalengka
July 14, 2026Majalengka – Senat Akademik Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung melaksanakan kunjungan kerja ke Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Majalengka dalam rangka memperoleh masukan strategis terkait pengembangan tridarma perguruan tinggi serta kontribusi Polman Bandung terhadap pembangunan daerah.
Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Bappedalitbang Kabupaten Majalengka tersebut diikuti oleh 12 anggota Senat Akademik Polman Bandung. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Bappedalitbang Kabupaten Majalengka H. Arif Daryana, A.P., M.Si., Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Kepala Dinas Pendidikan Wilayah IX, Kepala Bidang Penyaluran Alumni SMK, serta perwakilan kepala sekolah, yaitu Kepala SMKN 1 Majalengka dan Kepala SMK Korpri.
Dalam kegiatan tersebut, Bappedalitbang Kabupaten Majalengka menyampaikan gambaran umum mengenai arah pembangunan daerah yang mengacu pada visi “Majalengka Langkung Sae”. Pembangunan daerah diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pemerataan pembangunan berbasis desa, penguatan ekonomi inklusif, serta reformasi birokrasi berbasis teknologi.
Arah kebijakan pembangunan Kabupaten Majalengka tahun 2027 difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu penanggulangan kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pembangunan ekonomi berkelanjutan, serta peningkatan kualitas lingkungan hidup dan produktivitas daerah. Salah satu perhatian utama pemerintah daerah adalah penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM dan peningkatan infrastruktur pendukung.
Pada bidang pendidikan dan ketenagakerjaan, diperoleh informasi bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Majalengka pada April 2026 tercatat sebesar 3,62%, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Barat sebesar 6,66%. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam peningkatan kualitas lulusan, khususnya terkait minat lulusan SMK untuk melanjutkan pendidikan tinggi yang masih lebih rendah dibandingkan minat untuk langsung bekerja.
Daya serap lulusan SMK di Kabupaten Majalengka telah mencapai 86%, meskipun kesesuaian bidang pekerjaan dengan kompetensi lulusan masih perlu diperkuat. Saat ini, industri garmen dan tekstil menjadi sektor yang banyak menyerap tenaga kerja, sementara sebagian lulusan laki-laki memilih bekerja di kawasan industri luar daerah seperti Cikarang dan Bekasi.
Dalam diskusi tersebut juga dibahas peluang penguatan kolaborasi antara Polman Bandung, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan. Kerja sama yang telah terjalin dengan beberapa SMK di Majalengka, seperti SMKN 1 Majalengka dan SMK Korpri, dapat dikembangkan melalui berbagai program, antara lain keterlibatan dosen sebagai guru tamu, pendampingan kegiatan nasional bagi guru SMK, serta kolaborasi dalam tugas akhir mahasiswa yang berkaitan dengan teknologi tepat guna.
Selain sektor pendidikan, pertemuan juga membahas potensi pengembangan teknologi untuk mendukung sektor unggulan daerah. Beberapa tantangan yang menjadi perhatian adalah masih rendahnya intervensi teknologi di wilayah selatan Majalengka yang bergerak pada sektor pertanian, serta kebutuhan penguatan teknologi pada sektor industri pascapanen dan pengolahan hasil pertanian.
Kehadiran Polman Bandung Kampus Majalengka dinilai memiliki relevansi strategis dengan kebutuhan pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas yang siap mengisi kebutuhan industri, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta mendukung pengembangan daerah melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, keberadaan kawasan industri seperti Kertajati Industrial Estate Majalengka (KIEM) menjadi peluang untuk memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dan dunia industri.
Terkait penguatan kolaborasi ke depan, Ketua Senat Akademik Polman Bandung Prof. Dr. Ing. Yuliadi Erdani, M.Sc., IPU., menyampaikan pentingnya memperluas komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, “Perlu diagendakan pula pertemuan antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan industri yaitu stakeholder di KIEM (PT Dwipa Puri Abadi), bekerja sama dengan Disnaker, untuk merumuskan kerja sama dalam pengembangan daerah Kabupaten Majalengka,” ujar Prof. Yuliadi.
Melalui kunjungan ini, Polman Bandung berharap dapat memperkuat peran perguruan tinggi vokasi dalam mendukung pembangunan daerah, menciptakan ekosistem inovasi, serta menghadirkan program tridharma yang selaras dengan kebutuhan masyarakat, pemerintah, dan industri di Kabupaten Majalengka.



