
Kolaborasi Global di Era AI: Polman Bandung Hadiri Forum Strategis Pendidikan Tinggi di Tiongkok
May 8, 2026Bandung – Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung mengadakan workshop Penyusunan Struktur Kurikulum, Distribusi Mata Kuliah, dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Program studi Sarjana Terapan Rekayasa Perancangan Presisi (12/5). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini merupakan langkah strategis dalam rangka mempersiapkan pembukaan program studi baru yang menjawab kebutuhan mendesak industri peralatan presisi nasional.
Pembukaan Program Studi Sarjana Terapan Rekayasa Perancangan Presisi dilatarbelakangi oleh urgensi yang bersumber dari dua tantangan utama. Pertama, data JETRO menunjukkan bahwa daya saing industri peralatan presisi Indonesia berada pada peringkat ke-3 dari 5 negara ASEAN, dengan kelemahan pada aspek teknologi dan pengiriman. Kedua, data IMDIA mengungkapkan bahwa seorang tenaga kerja membutuhkan waktu 11–15 tahun untuk mencapai tingkat keahlian perancangan presisi (advance level) secara otodidak di industri. Program studi ini dirancang untuk mempersingkat jalur tersebut melalui pendekatan Production-Based Education (PBE) yang terintegrasi dengan Project-Based Learning (PBL).
Ketua Jurusan Teknik Perancangan Manufaktur, Bustami Ibrahim, S.ST., M.T., IPM, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar terhadap kehadiran anggota tim baru dalam mendorong percepatan proses yang selama ini tertunda. Beliau juga menekankan pentingnya daya tarik program studi di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat.
“Dengan adanya teman-teman baru yang bergabung di sini… ini bisa menjadi angin segar dan menjadi tenaga yang akan bisa mempercepat proses ini”, ujarnya.
Beliau juga menyoroti fenomena penurunan peminat pada program studi berbasis “perkakas” akibat stigma terhadap istilah tersebut di kalangan generasi muda. Workshop ini sekaligus menjadi momentum untuk menyegarkan citra program studi tanpa meninggalkan esensi kompetensi teknisnya.
“Kita akan mengedepankan kata-kata yang tepat tapi tidak meninggalkan esensi. Jadi tetap terlihat bagus dan kita bisa memberikan pengalaman yang lebih baik pada masyarakat”, tambahnya.
Workshop diselenggarakan selama dua hari, 12–13 Mei 2026, di kampus POLMAN Bandung, dengan peserta yang terdiri dari 7 dosen tetap Program Studi Teknologi Perancangan Perkakas Presisi, 3 pengelola jurusan, 4 dosen Teknik Manufaktur, serta 1 perwakilan mitra industri.
Hari pertama difokuskan pada paparan kebijakan dan benchmarking kurikulum. Koordinator Program Studi, Hanif Azis Budiarto, S.Tr., M.T., memaparkan implementasi Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 serta masukan dari IMDIA terkait kebutuhan tenaga ahli bidang mold & dies. Sesi berikutnya menghadirkan analisis benchmarking dari 6 program studi sejenis bereputasi tinggi di tingkat nasional dan internasional oleh Ganis Sanhaji, S.Si., M.Sc. Sementara itu, Budiman Chandra, S.T., M.T. dari pihak industri mempresentasikan profil kompetensi lulusan yang dibutuhkan pada era Industri 4.0.
Hari kedua diisi dengan sesi workshop mandiri untuk sinkronisasi antar mata kuliah, penandatanganan berita acara, dan penetapan rencana tindak lanjut sebagai landasan implementasi kurikulum pada tahun akademik 2027/2028.
Dalam arahannya, Ketua Jurusan juga menekankan pentingnya merancang struktur kurikulum yang membuka peluang program ekstensi, sehingga para lulusan Diploma maupun tenaga industri berpengalaman dapat melanjutkan studi ke jenjang Sarjana Terapan secara lebih fleksibel.
“Semoga struktur kurikulum yang akan kita hasilkan di proyek ini adalah struktur yang bisa memungkinkan kita menyelenggarakan program ekstensi… karena dengan ekspansi, mereka juga akan termotivasi mengambil jenjang yang lebih tinggi”, ujar Bapak Bustami.
Keberhasilan workshop ini diukur dari tersusunnya sejumlah dokumen perangkat kurikulum yang komprehensif, mencakup Dokumen Struktur Mata Kuliah dan Distribusi SKS (Semester 1–8), Matriks Peta Kurikulum (CPL vs Mata Kuliah), Draf Rencana Pembelajaran Semester (RPS) untuk seluruh mata kuliah inti, Rancangan Integrasi Model Pembelajaran Vokasi (PBL/PBE) dan skema sistem blok praktik, dan Laporan Hasil Konstruksi Kurikulum yang siap ditetapkan oleh pimpinan.




