
Kesempatan Magang Nasional Bersama Wuling Motors Indonesia
July 2, 2026
Polman Bandung Bahas Sinergi Pengembangan Pendidikan dan Industri Bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka
July 14, 2026Majalengka, 13 Juli 2026 — Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung memperkuat pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang energi baru dan terbarukan melalui pelaksanaan Renewable Energy Skills Development (RESD) Fase 2 yang diluncurkan di Kampus II Polman Bandung, Kabupaten Majalengka, Senin.
Peluncuran program hasil kolaborasi dengan Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO) tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Training of Trainers(ToT) teknologi baterai danSupervisory Control and Data Acquisition (SCADA), serta serah terima hibah peralatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mendukung proses pembelajaran.
Dalam implementasi program tersebut, Polman Bandung memfasilitasi kegiatan peningkatan kapasitas dosen melalui Training of Trainers (ToT) yang mencakup pelatihan Teknologi Baterai dan SCADA. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi tenaga pendidik agar mampu mengembangkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri energi terbarukan.
Direktur Polman Bandung Darma Firmansyah Undayat mengatakan pengembangan teknologi energi bersih membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan praktis melalui pendekatan learning by doing.
“Teknologi baterai dan sistem SCADA merupakan kompetensi yang sangat strategis dalam pengembangan energi terbarukan. Teknologi baterai menjadi komponen utama sistem penyimpanan energi dan kendaraan listrik, sedangkan SCADA menjadi tulang punggung pengendalian dan pemantauan berbagai sistem industri modern, termasuk pembangkit energi terbarukan dan smart grid,” kata Darma.
Ia menjelaskan Kampus II Polman Bandung di Majalengka dikembangkan sebagai pusat pendidikan vokasi yang berfokus pada manufaktur maju, otomasi industri, elektrifikasi, serta energi baru dan terbarukan.
Melalui dukungan RESD Fase 2, lanjutnya, kampus tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat pengembangan kompetensi energi surya yang tidak hanya melayani pembelajaran mahasiswa, tetapi juga menjadi pusat pelatihan bagi tenaga kerja industri, guru vokasi, dan masyarakat.
Bersamaan dengan kegiatan ToT, Polman Bandung menerima hibah peralatan PLTS yang akan dimanfaatkan sebagai laboratorium pembelajaran modern untuk mendukung praktik mahasiswa dalam mempelajari teknologi energi surya.
“Kami berkomitmen mengelola hibah ini secara optimal agar menjadi investasi pendidikan yang memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan teknologi energi terbarukan di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Team Leader RESD Dian Elvira Rosa mengatakan program tersebut merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Ketenagakerjaan dengan Pemerintah Swiss melalui SECO.
Menurut dia, RESD telah berjalan sejak Desember 2020 dan kini memasuki fase kedua yang berlangsung mulai Agustus 2025 hingga Desember 2028.
Pada fase kedua, program tersebut mendukung 19 politeknik dan balai pelatihan vokasi melalui peningkatan kapasitas dosen, pengembangan kurikulum, hibah peralatan PLTS, serta penguatan laboratorium baterai.
Dian mengatakan Polman Bandung Kampus II Majalengka dipilih sebagai salah satu mitra utama karena hubungan kerja sama antara Pemerintah Swiss dan Polman telah berlangsung sejak dekade 1970-an.
“Selama lebih dari lima dekade, Pemerintah Swiss mendukung pengembangan Polman. Jika sebelumnya kerja sama berfokus pada sektor manufaktur, kini kolaborasi diperluas ke bidang energi terbarukan. Program ini dipusatkan di Kampus II Majalengka sehingga sangat tepat menjadi lokasi pengembangan kompetensi energi bersih,” katanya.
Perwakilan RESD, Martin Stottele, menilai kemitraan Pemerintah Swiss dan Polman Bandung selama lebih dari 50 tahun telah menjadi fondasi penting dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.
Menurut dia, pengembangan Kampus II Polman Bandung di Majalengka membuka peluang lahirnya bidang-bidang studi baru, khususnya energi terbarukan, sehingga Pemerintah Swiss memutuskan memperkuat kolaborasi melalui RESD Fase 2.
“Majalengka memiliki ruang dan potensi besar untuk mengembangkan program baru, terutama di bidang energi terbarukan. Pengalaman kami bekerja sama dengan Polman selama lebih dari 50 tahun memberikan keyakinan bahwa kemitraan ini akan terus menghasilkan dampak positif bagi penguatan pendidikan vokasi di Indonesia,” ujar Martin.
Pelaksanaan RESD Fase 2 menjadi bagian dari upaya bersama Pemerintah Indonesia, Pemerintah Swiss, dunia pendidikan, dan industri untuk memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendukung penyediaan tenaga kerja terampil bagi percepatan transisi energi nasional.



