
Polman Bandung Perkuat Jejaring Vokasi Indonesia–Prancis melalui Forum JWG 2026
July 27, 2026
Tim Magang Polman Raih Juara III Business Plan Competition pada Innovators Clash Vol.2 2026
July 29, 2026Majalengka – Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung secara resmi menutup rangkaian kegiatan Training of Trainers (ToT) Teknologi Baterai dan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) yang merupakan bagian dari implementasi Renewable Energy Skills Development (RESD) Fase II di Kampus II Polman Bandung, Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi serta menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang energi terbarukan.
RESD merupakan program kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) dengan Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO), yang diimplementasikan oleh GFA Consulting Group. Sejak dimulai pada Desember 2020, program ini telah berkontribusi dalam pengembangan kompetensi tenaga kerja sektor energi terbarukan di Indonesia melalui penguatan kapasitas institusi pendidikan vokasi, peningkatan kualitas tenaga pengajar, serta pengembangan fasilitas pembelajaran.
Selama pelaksanaan RESD Fase I, program ini telah menghasilkan lebih dari 950 lulusan sarjana terapan dan teknisi energi terbarukan yang kompeten, dengan tingkat serapan lulusan politeknik mencapai 80 persen. Selain itu, sebanyak 265 dosen dan instruktur telah memperoleh peningkatan kompetensi, didukung oleh lebih dari 100 kolaborasi dengan dunia industri serta pengembangan infrastruktur pembelajaran melalui penyediaan peralatan praktikum Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).
Memasuki RESD Fase II yang berlangsung pada Oktober 2025 hingga Desember 2028, program ini memperluas cakupan kerja sama dengan melibatkan 19 politeknik dan lembaga pelatihan vokasi di Indonesia. Fokus pengembangan tidak hanya pada teknologi energi surya, tetapi juga mencakup teknologi penyimpanan energi baterai, penguatan kolaborasi dengan industri energi terbarukan, serta penerapan prinsip kesetaraan gender dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi.
Sebagai salah satu institusi mitra, Polman Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan Training of Trainers Teknologi Baterai dan SCADA yang berlangsung pada 13–24 Juli 2026 di Kampus II Majalengka. Pelatihan menghadirkan narasumber dari Swiss, yaitu Andreas Reber dari OST–Swiss University of Applied Sciences dan Nicola Schulz dari FHNW–Swiss University of Applied Sciences. Para peserta memperoleh pembekalan mengenai teknologi baterai, sistem SCADA, Solar Photovoltaic (PV), metode pembelajaran (Teaching Methodology), serta penguatan perspektif kesetaraan gender dalam pendidikan vokasi.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan hibah peralatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai dukungan terhadap peningkatan kualitas sarana pembelajaran praktik di Polman Bandung. Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat proses pembelajaran berbasis praktik sehingga lulusan memiliki kompetensi yang semakin selaras dengan kebutuhan industri energi terbarukan.
Kegiatan Training of Trainers RESD Fase II secara resmi ditutup oleh Wakil Direktur Bidang Akademik dan Sistem Informasi Politeknik Manufaktur Bandung, Dr. Aris Budiyarto, S.T., M.T. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Swiss, BPSDM ESDM, GFA Consulting Group, para narasumber, serta seluruh peserta yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan pelatihan. Menurutnya, kolaborasi internasional seperti RESD menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas dosen dan memperkuat kualitas pendidikan vokasi agar mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan industri.
Melalui penyelenggaraan RESD Fase II, Polman Bandung berharap sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan vokasi, dunia industri, dan mitra internasional dapat terus diperkuat guna mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing global, serta mampu mendukung percepatan transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.






Humas Polman Bandung



