
Pada HUT KE-60 nya Dahana Perkuat Kerja Sama Pengembangan Teknologi dan Manufaktur dengan Polman Bandung
October 23, 2026Bandung, 29 Oktober 2026 — Politeknik Manufaktur Bandung (Polman) menyelenggarakan lokakarya bertajuk “Penyusunan Kebijakan, Pembentukan, Tata Kelola, dan Integrasi Roadmap Kelompok Keahlian” pada Rabu (28/10) bertempat di Ruang Seminar Rupantama, Polman Bandung.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Senat Polman, Direktur Polman Bandung, beserta jajaran direksi, Ketua Kelompok Keahlian dan anggota Senat Akademik. Lokakarya ini turut menghadirkan Ketua Senat Akademik Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Edy Tri Baskoro, sebagai narasumber utama.
Saat membuka acara, Ketua Senat Polman, Prof. Yuliadi Erdani, menegaskan peran penting Kelompok Keahlian (KK) dalam mendorong kemajuan akademik institusi. Menurutnya, KK dapat menjadi penggerak pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Agar peran tersebut berjalan efektif dan berkelanjutan, maka diperlukan landasan kebijakan yang jelas, “ tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya penyelarasan roadmap KK dengan arah kebijakan dan Rencana Strategis (Renstra) Polman.
“Hal penting lainnya adalah integrasi Kelompok Keahlian dengan dasar kerja Polman Bandung, dan Renstra Polman Bandung. Dokumen bukan sekadar dokumen administratif, melainkan arah pengembangan keilmuan dan penelitan yang menjadi acuan dalam menentukan prioritas, membangun kolaborasi, mengembangkan inovasi, dan menghasilkan luaran penelitian yang berdampak.”
Pada kesempatan yang sama, Direktur Polman, Darma Firmansyah Undayat juga menyampaikan mengenai pentingnya penguatan fungsi KK melalui arahan pakar dan regulasi internal, Darma merasa Polman dapat belajar banyak dari ITB dalam pengelolaan KK. “Karena Polman lahir dari ITB, maka kami ingin belajar langsung ke induknya,” tambahnya.
Memasuki sesi materi, Prof. Edy Tri Baskoro membagikan gambaran umum mengenai peran strategis Kelompok Keahlian dalam mendukung iklim akademik Perguruan Tinggi. Ia menjelaskan bahwa KK dirancang sebagai wadah berhimpunnya para pakar dan akademisi untuk memperkuat fondasi keilmuan serta memajukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Selain itu, Prof. Edy juga menggarisbawahi pentingnya tata kelola keanggotaan yang dinamis dan fleksibel agar KK mampu merangkul berbagai potensi sumber daya manusia, baik dosen internal, praktisi, hingga peneliti tamu. Prof. Edy bahkan menjabarkan secara rinci bagaimana pengelolaan KK yang dimiliki oleh ITB, keanggotaan, tupoksi, hingga sistem reward yang dipakai.
Dari lokakarya ini, Senat Akademik Polman mendapatkan rekomendasi yang bernilai sebagai bahan pijakan dalam menyusun kebijakan KK. Sesuai dengan harapan yang disampaikan Prof. Yuliadi, kebijakan dan roadmap KK yang akan dihasilkan tidak sekadar menjadi dokumen formal, melainkan panduan arah yang terintegrasi.
Humas Polman Bandung








