
Kesempatan Magang Nasional Bersama Wuling Motors Indonesia
July 2, 2026
Polman Bandung Bahas Sinergi Pengembangan Pendidikan dan Industri Bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka
July 14, 2026Majalengka, 13 Juli 2026 — Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss terus memperkuat kerja sama dalam pengembangan keterampilan di bidang energi terbarukan melalui Proyek Renewable Energy Skills Development (RESD). Proyek yang merupakan kolaborasi antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM), Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO), serta didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut telah mendampingi penguatan pendidikan vokasi energi terbarukan sejak 2020.
Memasuki RESD Fase II yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga akhir 2028, cakupan program diperluas dengan melibatkan lebih banyak institusi pendidikan vokasi. Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung menjadi salah satu politeknik mitra yang berperan dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang energi terbarukan melalui pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, serta penyediaan sarana pembelajaran.
Keikutsertaan Polman Bandung dalam RESD Fase II ditandai dengan peluncuran Program Diploma 4 Spesialisasi 1 Tahun Energi Terbarukan, penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) Teknologi Baterai dan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), serta penerimaan hibah peralatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kampus II POLMAN Bandung, Kabupaten Majalengka, Senin (13/7). Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan vokasi untuk menyiapkan sumber daya manusia yang selaras dengan kebutuhan transisi energi di Indonesia.
Dalam implementasi proyek tersebut, Polman Bandung memfasilitasi peningkatan kapasitas dosen melalui pelatihan Teknologi Baterai dan SCADA. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kompetensi tenaga pendidik agar mampu mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri energi terbarukan.
Direktur Polman Bandung Darma Firmansyah Undayat mengatakan pengembangan teknologi energi bersih membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri sehingga pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan dengan kemampuan praktis melalui pendekatan learning by doing.
“Teknologi baterai dan sistem SCADA merupakan kompetensi yang sangat strategis dalam pengembangan energi terbarukan. Teknologi baterai menjadi komponen utama sistem penyimpanan energi dan kendaraan listrik, sedangkan SCADA menjadi tulang punggung pengendalian dan pemantauan berbagai sistem industri modern, termasuk pembangkit energi terbarukan dan smart grid,” kata Darma.
Ia menjelaskan Kampus II Polman Bandung di Majalengka dikembangkan sebagai pusat pendidikan vokasi yang berfokus pada manufaktur maju, otomasi industri, elektrifikasi, serta energi baru dan terbarukan.
Melalui kemitraan dalam RESD Fase II, lanjutnya, kampus tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat pengembangan kompetensi energi surya yang tidak hanya mendukung proses pembelajaran mahasiswa, tetapi juga menjadi pusat pelatihan bagi tenaga kerja industri, guru vokasi, dan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Polman Bandung menerima hibah peralatan PLTS yang akan dimanfaatkan sebagai laboratorium pembelajaran untuk mendukung praktik mahasiswa dalam mempelajari teknologi energi surya.
“Kami berkomitmen mengelola hibah ini secara optimal agar menjadi investasi pendidikan yang memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan teknologi energi terbarukan di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Team Leader RESD Dian Elvira Rosa mengatakan proyek tersebut merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta kementerian/lembaga terkait dengan Pemerintah Swiss melalui SECO untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia di bidang energi terbarukan.
Menurut dia, RESD telah berjalan sejak 2020 dan kini memasuki fase kedua yang berlangsung hingga akhir 2028 dengan memperluas kemitraan bersama sejumlah politeknik dan lembaga pelatihan vokasi.
Pada fase ini, program mendukung pengembangan kapasitas dosen, penyusunan kurikulum, penyediaan hibah peralatan PLTS, serta penguatan fasilitas pembelajaran teknologi baterai guna memperkuat ekosistem pendidikan vokasi energi terbarukan di Indonesia.
Dian mengatakan keterlibatan Polman Bandung dalam RESD Fase II merupakan kelanjutan dari hubungan kerja sama yang telah terjalin antara Pemerintah Swiss dan Polman Bandung selama lebih dari lima dekade.
“Selama lebih dari lima dekade, Pemerintah Swiss mendukung pengembangan Polman. Jika sebelumnya kerja sama berfokus pada sektor manufaktur, kini kolaborasi diperluas ke bidang energi terbarukan. Program ini dipusatkan di Kampus II Majalengka sehingga sangat tepat menjadi lokasi pengembangan kompetensi energi bersih,” katanya.
Perwakilan RESD Martin Stottele menilai kemitraan Pemerintah Swiss dan Polman Bandung selama lebih dari 50 tahun menjadi fondasi penting dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.
Menurut dia, pengembangan Kampus II Polman Bandung di Majalengka membuka peluang lahirnya program-program baru di bidang energi terbarukan sehingga kolaborasi dalam RESD Fase II diharapkan semakin memperkuat kapasitas pendidikan vokasi nasional.
“Majalengka memiliki ruang dan potensi besar untuk mengembangkan program baru, terutama di bidang energi terbarukan. Pengalaman kami bekerja sama dengan Polman selama lebih dari 50 tahun memberikan keyakinan bahwa kemitraan ini akan terus menghasilkan dampak positif bagi penguatan pendidikan vokasi di Indonesia,” ujar Martin.



