
PSN Rebana dan Industri Hijau Jadi Arah Investasi Jabar, POLMAN Siapkan SDM Manufaktur Berkelanjutan
January 23, 2026
Polman Bandung Terima Kunjungan Zijin Mining Group Ltd, Bahas Peluang Kerja Sama Strategis
January 23, 2026Majalengka — Jurusan Teknik Perancangan Manufaktur Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Majalengka serta Pemerintah Desa Karyamukti, Cijurey, Pasirmuncang, dan Bantrangsana, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Bappedalitbang Kabupaten Majalengka (9/1).
FGD ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dan pemaparan laporan pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Polman Bandung tahun 2025. Selain itu, forum diskusi ini juga menjadi wadah strategis untuk menjajaki topik-topik prioritas dalam pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2026, termasuk peluang kolaborasi dan hibah pendanaan yang dapat mendukung keberlanjutan program.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polman Bandung dalam memperkuat peran dan meningkatkan eksistensinya sebagai institusi pendidikan vokasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif, perwakilan pemerintah desa menyampaikan umpan balik yang sangat positif atas manfaat program KKN yang telah dilaksanakan mahasiswa Polman Bandung. Pemerintah desa juga menyatakan kesiapan untuk membuka ruang kolaborasi berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan desa berbasis teknologi yang selaras dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dan KKN tersebut, mahasiswa Polman Bandung didampingi secara langsung oleh Dosen Pembimbing, Aditya Royanti, yang berperan aktif dalam mengarahkan, mengkoordinasikan, serta memastikan program yang dijalankan selaras dengan kompetensi vokasi mahasiswa dan kebutuhan nyata masyarakat desa.
Melalui FGD ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemerintah desa. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan program Pengabdian kepada Masyarakat yang tepat sasaran, mendukung pembangunan lokal, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.




