
Tim Polman Bandung Raih Juara 3 Kategori Esai Pada IARC XI Tingkat Nasional
January 20, 2026
Polman Bandung dan Pemda Majalengka Perkuat Kolaborasi Pengabdian
January 23, 2026Bandung, 21 Januari 2025 – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai merumuskan langkah strategis baru guna menjaga kesinambungan investasi pada tahun 2026. Upaya ini dilakukan setelah realisasi penanaman modal sepanjang 2025 mencapai Rp296,8 triliun dan melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat.
Pembahasan strategi tersebut berlangsung dalam Sarasehan Investasi Jawa Barat Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat bersama sejumlah organisasi perangkat daerah terkait di Aula DPMPTSP Jawa Barat, Bandung, Rabu (21/1). Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari unsur pemerintah, pelaku usaha, pengelola kawasan industri, akademisi, asosiasi, hingga calon investor.
Sarasehan mengangkat tema “Transformasi Investasi Istimewa: Mewujudkan Masyarakat Unggul, Berwawasan Lingkungan, dan Berdaya Saing Global.” Tema tersebut mencerminkan perubahan arah kebijakan investasi Jawa Barat yang tidak lagi berfokus semata pada capaian nilai, tetapi juga pada kualitas investasi dan dampaknya dalam jangka panjang.
Kepala DPMPTSP Jawa Barat, Dedi Taufik, menyampaikan bahwa capaian investasi yang tinggi harus dibarengi dengan pendekatan pembangunan yang lebih komprehensif.
“Capaian investasi yang tinggi harus diikuti dengan perubahan pendekatan. Investasi ke depan tidak cukup hanya besar secara angka, tetapi harus mampu menciptakan lapangan kerja, menjaga lingkungan, mendorong pemerataan wilayah, serta memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM RI, realisasi investasi Jawa Barat selama periode Januari hingga Desember 2025 tercatat sebesar Rp296,8 triliun atau setara 109,9 persen dari target Rp271 triliun. Capaian ini menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan realisasi investasi tertinggi secara nasional selama lima tahun berturut-turut, dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 454.046 orang di 27 kabupaten/kota.
Dalam mendukung pemerataan pertumbuhan investasi, kawasan Rebana Metropolitan menjadi salah satu fokus pengembangan. Kawasan ini mencakup wilayah Subang, Indramayu, Majalengka, Kota dan Kabupaten Cirebon, Sumedang, hingga Kuningan, yang terintegrasi dengan kawasan industri, infrastruktur strategis, serta pengembangan pendidikan dan SDM industri.
Salah satu fokus utama pengembangan investasi diarahkan ke kawasan Rebaa Metropolitan yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Kawasan yang meliputi Subang, Indramayu, Majalengka, Kota dan Kabupaten Cirebon, Sumedang, hingga Kuningan ini dirancang sebagai pusat pertumbuhan industri baru yang terintegrasi dengan infrastruktur strategis, kawasan industri modern, serta pengembangan SDM manufaktur.
Dalam mendukung arah pengembangan PSN Rebana dan industri hijau, sektor pendidikan vokasi menjadi elemen kunci. Politeknik Manufaktur Bandung (POLMAN) berperan sebagai institusi yang menyiapkan SDM manufaktur yang adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan, termasuk industri berbasis teknologi dan berwawasan lingkungan.
Wakil Direktur Bidang Akademik dan Sistem Informasi POLMAN, Aris Budiyarto, menegaskan posisi POLMAN sebagai bagian dari ekosistem investasi Jawa Barat melalui perannya dalam mencetak lulusan berkualitas.
“POLMAN bandung dalam sisi investasi di Jabar, kami ini adalah bagian pencetak atau mesin penghasil SDM berkualitas. Karena kami menjadi PSN (Projek Strategis Nasional) Rebana kami mempunyai dua kampus, salah satunya di Majalengka disitu kami mencetak praktisi dan lulusan yang berkualitas, kami juga akan membuka program studi berhubungan dengan green manufacture, maka kami juga perlu green energy, maka kami telah bekerja sama dengan Wuling dan Liuzhou University,” Wakil Direktur Bidang Akademik dan Sistem Informasi, Aris Budiarto, mewakili Direktur POLMAN.







