Rakor Rencana Pembangunan Politeknik Manufaktur di Majalengka

Pengumuman Hasil SKD Penerimaan CPNS Kemdikbudristek Tahun 2021
November 16, 2021

Polman, Bandung – Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan, terdapat 170 program infrastruktur strategis yang perlu dibangun. Salah satunya adalah pendirian Kampus 2 Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung) di Kabupaten Majalengka. Hal ini dilakukan sebagai penunjang konsep link and match industri di Kawasan Rebana. Oleh sebab itu, pada Sabtu (20-11-2021) dilakukan rapat koordinasi langsung yang dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Ayodhia Kalake, didampingi oleh Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Pengembangan Wilayah, Djoko Hartoyo; Kepala Biro Perencanaan, Arif Rahman; serta Kepala Biro Hukum Budi Purwanto. Sebelumnya pada pertengahan November lalu, Kemenko Marves telah mengadakan rapat koordinasi dan kunjungan lapangan ke rencana lokasi pembangunan Kampus Polman II di Majalengka yang direncanakan dibangun di lahan seluas 30 hektar. Pembangunan Polman akan mulai dilakukan tahun 2023.

Pembangunan Polman menjadi penting karena diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sebelum dikembangkannya industri. “Kami semua ingin Polman sebagai institusi pendidikan mampu mencetak SDM yang mumpuni dan dapat memenuhi kualifikasi industri manufaktur yang dikembangkan, tidak hanya di Kabupaten Majalengka, tetapi juga di level nasional” beber Deputi Ayodhia melalui sambutannya.
“Banyak industri yang masih membutuhkan tenaga dari Polman, tapi sekarang skala kami masih kecil. Kita hanya ada 1.200 lulusan per tahun,” ungkap Muhammad Nurdin selaku Direktur Politeknik Manufaktur Bandung. Setelah sekian lama, akhirnya Polman dapat melebarkan sayap dengan diterbitkannya Perpres 87/2021.
Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat Ferry Sofwan Arif juga sepakat dengan pernyataan Direktur Polman. “Sesuai dengan visi Jawa Barat, yaitu juara lahir dan batin,” ujarnya. Hal ini termasuk pendidikan bagus bagi individu, mempunyai pekerjaan, dan mampu memberi dampak positif untuk lingkungan. Terlebih dengan akan dilakukannya pembangunan Kawasan Rebana, pembangunan Polman menjadi sebuah kebutuhan.
Nantinya, keberadaan Polman bukan hanya untuk Majalengka, tapi untuk banyak wilayah di Jawa Barat yang belum mempunyai pendidikan tinggi maupun lokasi yang masih memerlukan dukungan teknologi. Di Polman 2, akan dibuka beberapa kelas/jurusan dengan 78 prodi, mulai dari proses pengembangan produk, pengembangan material dan prosesnya, serta pengembangan bisnis yang secara total akan ada lebih dari 10 ribu mahasiswa.

Berdasarkan paparan Direktur Polman, sesuai target per lima tahun, di tahun 2041-2045, diproyeksikan agar Polman mampu menjadi Global Hub bidang manufaktur (World Class Polytechnic). Tenaga pengajar maupun kurikulum pun dapat bertukar ilmu dengan negara lain, seperti dengan Republik Rakyat Tiongkok dan Swiss.
Deputi Ayodhia menuturkan harapannya agar seluruh proyek yang tertuang dalam Perpres 87/2021 dapat segera terlaksana. “Maka dari itu, saya mengharapkan berbagai pihak untuk berperan aktif, baik terkait pembangunan Kampus Polman II, maupun pembangunan infrastruktur lainnya,” pungkasnya.Bekaitan dengan seluruh program pembangunan yang diamanatkan dalam Perpres 87/2021, Deputi Ayodhia menegaskan agar pembangunannya dilakukan dengan benar. “Mengutip dari arahan Menko Marves Luhut Pandjaitan, seluruh proyek pembangunan perlu direncanakan dan diimplementasikan secara cermat dan terintegrasi.”
Sebagai informasi, pada kesempatan yang sama, Kemenko Marves juga meninjau fasilitas yang terdapat pada Kampus Polman di Bandung. Di sana, terdapat dua jenis kelas yang membedakannya dengan universitas politeknik lain, Polman 1 menawarkan Jurusan Teknik Pengecoran Logam.

Comments are closed.

Penerimaan Mahasiswa Baru